My Account

Thanks For Your Feedback!

Email
Subject
Message
Five plus seven is? (answer as number)

Dengan banyaknya pemberitaan ini, itu.. ternyata media masih saja banyak yang memanfaatkan objek penderitaan sebagai ladang bisnis. Walau talk-shownya maaf, bisa dibilang tidak bermutu karena pembicaranya bisa dibilang karbitan. Mencaci, menyalahkan, menghujat. Dalam bencana seperti ini yang dibutuhkan adalah eksen nyata, apa yang diperlukan masyarakat bermusibah. Banyak hal yang bisa dilakukan. Coba saja pada saat seperti ini pas kebetulah masa2 pemilu atau pilkada. Mungkin tak terjadi hal seperti ini berkepanjangan. Semua partai berlomba-lomba mengucurkan apa saja demi simpati untuk akhirnya mendulang suara.

Tidak hanya mecibir soal itu, kembali ke media.. di Jepang pada saat tsunami yang begitu banyak korban, tidak pernah ditanyangkan korban meninggal, atau running text yang isinya no rekening peduli yang maaf mendidik untuk mengemis.

Tetapi juga tidak 100% atau bahkan tidak 50%lah kesalahan media, masyarakatnyapun yang saya lihat banyak yang tidak tahu diri. Contoh kecil ini tidak saya ulas ketika tidak sedang banjir semua got di tutup beton, sampah semaunya begitu ada persoalan menyalahkan pemerintah. Saya lihat dengan mata saya sendiri disaat semua sedang susah, diloteng melihat orang2 berjalan dengan susah sambil tertawa2, makan dan bungkusnya begitu saja ditabur ke air (jalan). Kadang saya berpikir apa masih pantas orang2 spt ini dibela?!

Semua lapar, semua susah.. tetapi bukan berarti jadi bringas begitu ada pembagian bahan makanan. Bukannya di agama mengajarkan keteraturan, kebersihan, kepedulian? Mana itu? Mosok antri saja tidak bisa, sekali lagi contoh Jepang. Mereka tidak diajarkan agama (saya tidak pernah bilang mereka tidak beragama), tetapi mereka bisa tertib. Dan dengan kelaparan bukan jalan untuk menghalalkan tindak kriminal.

Satu lagi, benar kata pak gubernur, mosok sedang sama2 susah masih saja dijadikan ladang bisnis. Harga makanan yang naik sampai 300-500%, angkutan evakuasi yang semestinya gratis masih juga ada pungutan. Jadi apakah memang sudah tepat Tuhan menjatuhkan bencana ini? Ahh.. apapun itu.. mari kita berbagi untuk meringankan penderitaan para korban, minimal #pray4jkt.. Salam..

  1. What We Do
  2. Who We Are
  3. Our Team

 Hotspot and Dect ready in the Indomaguro, RPI and Multi Sari Makassar (MSM) about 90% covered.

 Layered Firewall and Net- work Address Translation (NAT) is used to maintain data security.

 Always make repairs and patching systems to get more efficient performan- ce.

 Quick response in case of problem related in IT, re- gardless of the time and place.

 VPN is also prepared to reduce communication costs to branch office or the group.

 Of course with the support of various parties, we can do all of this.

We are a small team who are trusted to handle IT Systems at PT Indomaguro in particular.

Besides, we also deal with IT systems for PT MSM based in Makassar.

We also accept as freelancers mainly for networking, setup server and voice. But it is possible for programming and web.

Customer satisfaction is the pride of invaluable.

NADIRIN

Saekun

Sopriyadi

STAFF IT

Current Project

Saat ini kami masih sedang tahap penyelesaian proyek Indomaguro, rencana selesai dalam bulan ini (Nov 2012).

Selain hal tersebut diatas juga sambil mem- persiapkan proyek selanjutnya di RPI, menginjak tahap perencanaan dan desain.